Monday, June 19, 2017

Hipertensi Bawaan dan Anemia Padaku

Setelah menyadari bahwa aku membawa nasib sebagai carrier hipertensi dari Bapak dan Ibuku, aku jadi aware banget pada alarm tubuh.

Terima nasib bukan berarti aku jadi pasrah total. Tetap saja sebagai manusia yang bisa berpikir, tentu aku harus ikhtiar. 

Ikhtiar pertama aku harus bisa mengendalikan diri. Kontrol emosi itu harus. Aku tahu pentingnya pengendalian diri ini setelah terjadi beberapa kejadian. Contohnya beberapa hari lalu aku merasa marah banget. Cuma merasa yah, bukannya aku marah-marah, ngomel-ngomel, apalagi berteriak-teriak, ngga. Nah, emosi naik saja sudah bikin seluruh mukaku terasa kesemutan. Kesemutan kan sebagai manifestasi bahwa ada masalah di pembuluh darah. (Eh, bener ngga sih, Dok?).

Kedua, aku mulai menjaga asupan. Ini penting juga buat aku yang tergolong jenis manusia pemakan segala. Aku membatasi banget makanan yg masuk ke mulutku. Kalau lagi pingin makan sesuatu ya asal icip-icip aja.
Begitupun kadang langsung ada pengaruhnya. Setelah makan makanan tertentu, langsung kepala merasa agak pusing. 

Hehe, aku ngga mau nyebut makanan jenis apa. Soalnya nanti temen yang mau traktir makanan tertentu, misalkan makan duren, jadi batal ngajak. Ehh..
Hypertensi itu sohiban baik ama diabetes. Gitu kata Om Dokter. Jaman muda nan kinyis-kinyis, aku hobi banget minum es teh manis, tetapi sekarang aku sudah sangat mengurangi mengkonsumsi berbagai jenis gula. Ngga masalah juga buat lidahku. Secara kadar manisku emang udah over dosis juga. *senyum manis* 
Ikhtiar ketiga, aku usahakan berolahraga. Aku lagi sukaan ama Yoga. Tapi bukan Yoga Sahputra (eh, itu sih Olga). Manfaat Yoga yang kurasakan sih selain buat jaga stamina, juga memperlancar aliran darah. Meningkatkan intake oksigen. Kerja jantung juga makin baik.Walhasil aku ngga gampang ngos-ngosan. Nafas lebih panjang. Membantu banget kalau suatu saat nanti aku harus konser tunggal. (Jiahhh, ngayal).

Tensi darahku setelah yoga
pada Minggu 18 Juni 201
--
Sedihnya, selain cenderung hipertensi, aku tapi juga penderita anemia kronis. Sel darah merahnya sedikit tapi tekanannya tinggi. Ngga ngerti gimana penjelasan ilmiahnya koq bisa begitu. 

Dari hasil berdiskusi dengan dokter saat aku dirawat di RS beberapa bulan lalu, kata Beliau bahwa penderita anemia juga punya resiko sendiri. Kalau yang aku rasakan sih kadang adalah nge-blank. Atau setengah pingsan.(Hm,ngga sampai pingsan njeblak sih. Tapi jika saat berdiri aku akan terhuyung-huyung, pandangan gelap, tapi masih bisa mendengar suara). Kondisi ini sering kumat disaat sedang haid.

Begitulah takdir, anemia dan hipertensi adalah warisan yang tidak bisa kutolak. Ya sudah, aku terima deh paket warisan ini dan kukelola aja dengan kesadaran kepingin hidup sehat dan bermanfaat.

Bapakku meninggal kena stroke.
Kakekku meninggal karena stroke.
Nenekku meninggal karena stroke.
Ibuku berbelas tahun invalid karena stroke.


Kalau aku sih berdoa dan berharap, akhir hidupku, entah dengan cara apapun, jangan sampai menderita sakit berhari-hari. Dan yang paling penting semoga khusnul khotimah. Aamiiin...


0 komentar:

Post a Comment

 
;