Tuesday, July 18, 2017

Rupiah Tidak Laku DI Luar Negeri? Memang!


Pagi ini saya baca di timeline  Facebook, sudah ada 4 orang teman yang nge-share tentang uang rupiah seri baru yang katanya ngga laku di luar negeri. Berita dari situs abal-abal ini (yaiyalah, mana ada situs credible  mau memberikan hoax kayak gini.) sayangnya dishare puluhan kali dan diberi komen oleh teman-teman pemilik akun dengan kalimat hujatan pada pemerintah. Maka saya jadi tergerak untuk membuat tulisan tanggapan dri pengalaman saya ini.

Kebetulan karena pekerjaan, juga karena hobi, maka saya lumayan sering ke luar negeri. Sudah tentu bekal wajib untuk saya bawa ketika bepergian ke luar negeri selain passport (dan visa jika dibutuhkan), adalah mata uang local. Atau paling tidak membanwa sangu USD.

Tetapi, tak jarang saya membawa bekal uang Rupiah juga, terutama jika berkunjung hanya di wilayah negara jiran dan perjalanan singkat saja.  Misalnya untuk urusan cuma meeting dengan klien atau submit  dokumen untuk tender yang harus secara fisik dikirim, lalu harus disaksikan proses tendernya, maka ngga jarang subuh saya berangkat ke Singapore atau KL, sore sudah terbang balik ke Jakarta. Waktu persiapan yang mepet, atau karena lupa, sehingga saya ngga sempat ke money changer di Jakarta untuk tukar Rupiah ke RM atau SGD. Jadilah saya hanya membawa Rupiah.

Pengalaman saya, uang rupiah seri baru di tempat penukaran uang di Singapore dan KLIA, laku tuh ditukar ke SGD atau RM.

Saya juga pernah menukar Rupiah seri baru ke Bath Thailand di money changer di Bandara Suvarnabhumi Bangkok, diterima.

Begitupun saya menukar Rupiah ke Dong saat di Vietnam, bisa juga

Apalagi menukar  Rupiah ke Real Saudi di money changer di Zamzam tower, bisa banget.

Kalau dikatakan dalam artikel tersebut bahwa rupiah tidak laku di luar negeri, jawaban saya: yaiyalaaahhh. Memang uang RI tidak diterima di luar negeri, kalau ingin berbelanja disana. Karena harus pakai mata uang lokal. Sama kan perumpamaannya, punya USD juga ngga bisa koq buat membeli Aqua di Indomaret.

Mata uang yang harus dibawa bagi orang yang sering travelling adalah USD. Karena mata uang ini  berlaku secara universal. Bisa ditukar di money changer negara manapun. Dan dari beberapa tahun lalu juga memang ngga semua money changer di beberapa negara terutama Eropa dan Amerika yang terima Rupiah. Karena bukan mata uang yang sering mereka perdagangkan.

Koq Rupiah ngga mereka perdagangkan? Ngga laku disana? 

Bukaaan, tetapi karena demand masyarakat lokal yang sangat rendah untuk memperjual-beli rupiah di negara tersebut. Gini aja contohnya, coba deh ke money changer terus tukar Dong ke Rupiah. Jarang yang mau terima. Atau tukar deh Egyptian Pound ke Rupiah di Jakarta, susah Bu. Karena kedua mata uang itu jarang diperdagangkan di Jakarta.

Kalau beneran uang rupiah seri baru ngga diterima di luar negeri, pasti para jamaah umroh yang tiap bulan ratusan ribu orang akan heboh. Saat saya di Makkah, dalam 5 menit saya di berdiri di Money Changer di Zamzam Tower, ada sekitar 2-3 orang Indonesia yang berbarengan menukar uang. Jadi tiap hari entah berapa puluh orang Indonesia yang menukar uang disana. Dan saya yakin transaksi banyak juga dari IDR ke SAR.  Dan ngga terdengah heboh-heboh kan?



1 komentar:

Post a Comment

 
;