Surat Keterangan Sehat

by - Monday, July 17, 2017

Di ruang praktek dokter B, masuk seorang perempuan bernama A. Ingat ya inisialnya A, bukan R.

Mbak A: “Selamat siang, Dokter.”
Dr.B : “Selamat siang, Mbak. Silakan duduk.”
Mbak A: “Terima kasih, Dok.”
Dr. B: “Apa keluhannya, Mbak?”
Mbak A: “Ah, saya sih ngga mau banyak mengeluh, Dok. Saya ikhlas aja menjalani hidup ini.”
Dr. B: “Jadi apa keperluan Mbak datang kesini?”
Mbak A: “Cuma kangen aja koq, Dok.  Eh, bukan, maksud saya mau minta surat keterangan sehat, Dok. Buat bikin SIM”
Dr. B: “SIM apa, Mbak?”
Mbak A: “Surat Ijin Mengemudi, Dok.  (Dalam hati Mbak A: Kalau Pak Dokter masih jomblo, boleh aja sekalian saya minta Keterangan Surat Ijin Mencintai).”
Dr. B: “Saya harus menuliskan dengan jelas  tujuan surat keterangan sehat ini, Mbak. Agar tidak disalahgunakan. Mbak mau bikin SIM apa?”
Mbak A: SIM A dan SIM C, Dok.”
Dr. B: “Nah begitu, kan jelas.  Sekarang saya cek tensinya dulu ya.”
Si Mbak A pun dengan pasrah menyerahkan lengannya untuk diukur tensi oleh Pak Dokter.
Dr. B “Hhmm normal, koq “Dokter menuliskan angka 120/80
Dr. B: “Tinggi badan berapa,Mbak?”
Mbak A: “157cm”
Dr. B: “Berat badan?
Mbak A: “piiipp. kilogram, Dok. Awas ya jangan menawari saya obat pelangsing. Saya juga sudah boseeen juga disuruh diet. Sudah biarlah saya seperti ini apa adanya.”
Dr. B “Hhhmm, baiklah. Mbak pakai kaca mata. Minus atau Plus?”
Mbak A: “Yah namanya manusia, Dok. Ada minus, ada plus nya juga. Tak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik Allah semata.”
Dr.B “Maksud saya, lensa kaca mata Mbak minus berapa?”
Mbak A: “Minusnya 8, Dok.”
Dr. B. “Plus juga?”
Mbak A: “Yaelah, Dok. Saya tuh 17 poreper. Mata saya ngga plus.”
Dr.B menuliskan beberapa kalimat lagi, lalu menandatangi dan menstempel surat keterangan tersebut.
Dr.B “Ini, Mbak, surat keterangannya. Selamat siang.”
Mbak A: “Berlaku berapa hari surat keterangannya ini, Dok?”
Dr.B “Itu ada tertulis masa berlakunya. Tapi kalau Mbak kembali lagi kesini, nanti saya pasti sudah pindah tugas ke Timbuktu. Selamat siang,Mbak. Pasien berikutnya….”

Si Mbakpun dengan riang gembira keluar dari ruang praktek dokter sambal membawa selembar surat keterangan sehat.
Lahir batin.


 *diketik di  Favehotel -Cilacap, saat sedang bete to the max.

You May Also Like

0 komentar