Benarkah Nasi yang Bisa Dibulatkan Dari Beras Plastik?

by - Monday, August 28, 2017



Ada lagi orang pandir yang membuat video lalu mengunggah ke medsos tentang nasi yang berasal dari sebuah rumah makan yang bisa dibulatkan seperti bola dan dilempar-lempar menjadi membal. Lalu dua karyawati ini menarik kesimpulan sendiri bahwa beras yang digunakan untuk memasak nasi di rumah makan tersebut, adalah beras plastik.
Orang bodoh kalau dia diam, ngga ngaruh ke masyarakat. Tapi orang bodoh yang haus publisitas, justru akan meresahkan masyarakat. Kalau rumah makan itu punya saya, akan saya tuntut ia untuk menguji kebenaran apa yang dia katakan, bahwa beras itu mengandung plastik. Dan uji tersebut harus ilmiah.
Ya begitulah orang pandir. Orang pintar, tentu saja awalnya dia " tidak tahu" lalu karena penasaran maka ia mencari tahu dengan belajar. Tapi orang pandir adalah orang bodoh yang keblinger.
OK, soal nasi yang bisa dikepal-kepal dan tidak lengket, hal itu disebabkan beras yang digunakan adalah beras yang memiliki kadar amilopektin tinggi, yang biasa ditemui pada "Bareh Solok" dengan beberapa variannya.
Amilopektin adalah sebuah struktur kimia yang merupakan hasil polimerisasi glukosa anhidrat. Karena derajat polimerisasi amilopektin yg besar yaitu sekitar 50.000 ikatan glukosa maka berat molekulnya juga besar. Struktur rantai amilopektin juga memiliki banyak percabangan. Dari rantai glukosa yang panjang dan bercabang inilah amilopektin memiliki kecenderungan untuk membentuk gel sehingga lengket, ketika dipanaskan dengan air.
Beras ketan nyaris seluruhnya mengandung amilopektin. Sedangkan "Bareh Solok" dan variannya memiliki kandungan amilopektin sekitar >80% dan < 20% amilosa.
Pada jenis beras yang mengandung amilosa rendah ini, bila beras dimasak menyebabkan keadaan yang lekat dan lunak. Sebaliknya pada beras yang mengandung amilosa tinggi, (Contoh beras pera') nasi yang dihasilkan lebih keras karena adanya penyerapan air yang banyak, sehingga membentuk ikatan hidrogen yang lebih besar.
Nah sekarang paham kan sayang mengapa beras dari rumah makan padang tertentu mudah dikepal-kepal?
"Uda, tambuoh ciek!"


You May Also Like

0 komentar