Hukum Newton Pada Manusia

by - Monday, August 28, 2017

Sebuah benda fisik memiliki sifat mempertahankan keadaan. Jika benda tersebut diam maka ia akan tetap diam. Jika benda itu bergerak maka ia akan bergerak beraturan. Tidak akan terjadi perubahan pergerakan benda kecuali benda tersebut mendapat GAYA dari luar benda.
Hukum diatas disebut sebagai Hukum Inersia, atau Hukum Kelembaman. Nama lainnya adalah Hukum I Newton.

Begitupun dengan manusia, yang juga termasuk benda fisik. Manusia lebih cenderung untuk mempertahankan berada dalam kondisinya saat ini. Terutama yang sudah pewe. Manusia baru mau melakukan perubahan jika ia mendapatkan GAYA DORONG DARI LUAR. Bentuk gaya dorong itu bisa apa saja. Bisa karena SPP anak yang makin mahal. Mungkin karena mendengar ceramah dari ustadz yang cetar. Atau karena terus menerus mendengar omelan istri yg kekurangan uang belanja.


Memang, sebuah benda fisik yang diam, lalu saat MULAI bergerak, ia membutuhkan energi yang besar. Tapi agar benda tersebut terus bergerak konstan, energi kinetik yang diperlukan tidak sebesar energi awal.
Tidak bedanya dengan pergerakan kehidupan manusia. Saat dia merasa 'pewe' lalu berniat melakukan perubahan hidup, tentu rasanya beraaaat sekali memulainya. Ada aja alasannya untuk tidak berubah. Tetapi ketika langkah-langkah awal sudah dimulai dan kemudian untuk terus melangkah secara konstan, ya mudah saja.

Hingga suatu saat ia diharuskan berjalan cepat, atau bahkan berlari, agar tidak tertinggal oleh kemajuan zaman. Untuk itu, ia tentu membutuhkan percepatan. Seberapa jauh dan seberapa besar percepatan yang ingin dihasilkan akan berbanding lurus dengan effort yang ditambahkan .Bagian ini yang disebut dengan Hukum II Newton.

Demikianlah.

You May Also Like

0 komentar