Tuesday, October 31, 2017 0 komentar

20 Random Facts About Me

Menulis ini sih cuma buat iseng-iseng aja, mencatat keanehan diri sendiri.Kali nanti cucu,cicit, canggah mau tau gimana sih nenek mereka yang mempesonah ini, ya beginilah aku adanya...(tsaah)

1. Suka bubur ayam yang tanpa bubur dan tanpa suwiran daging ayam (sudah ditulis di status sebelumnya).

2. Kalau sedang di rawat di RS, saya ngga suka dijenguk. Kan jadi awkward moment kalau yang menjenguk berusaha menghibur padahal saya sedang tidak ingin dihibur. Nanti kalau saya menganggapnya sebagai Emak-emak Penghibur, gimana?

3. Sangat jarang copas kalimat ucapan. Setiap ucapan selamat ultah, turut berduka cita atau apapun, biasanya saya ketikkan hurup demi hurup. Karena saya ingin mendoakan dengan sepenuh hati.

4. Duluuuuu saya 'terbang' dengan tentram bahkan bisa tidur sejak take off hingga landing. Namun semenjak pernah mengalami beberapa turbulensi, setiap naik pesawat adalah saat-saat menegangkan. Saya akan terus menerus melihat ke luar jendela. Padahal pemandangan cuma awan. Ngga mungkin juga ngelihat pas Superman lewat. Paling bahagia saat sudah melihat daratan. Dan makin cemas saat tahu jika sedang terbang di atas lautan.
Sayangnya saya harus 'terbang' sedikitnya seminggu sekali (pp).

5. Satu-satunya film Korsel yang ditonton adalah Jewel in Palace alias Dae Jang Geum. Sekitar tahun 2004 iyeeehhh...

6. Artis Korea Selatan yang saya dengar 2-3 lagunya adalah SNSD, selebihnya ngga tahu. Aktor Korea cuma tahu Lee Min Ho. Jadi kalau cerita tentang film atau artis Korsel, harap maklum kalau saya bengong aja. Lagian tampang mereka bukannya sama aja?

7. Saya beneran ngga punya makanan dan minuman favorit. Belum ada makanan atau minuman yang membuat saya pingin balik lagi-balik lagi karena saking sukanya.
Jika sedang di luar kota, lalu saya balik lagi ke tempat makan itu, ya karena cuma saya taunya tempat itu doang.
Misalnya, saya sudah puluhan kali ke Cilacap tapi rumah makan yang saya tahu ngga sampai 5 tempat. Ke Balikpapan juga sudah puluhan kali, saya tahunya cuma Kepiting Dandito dan Coto Klandasan. Sisanya asal masuk warung makan.

8. Kemana-mana saya bawa air minum dalam botol.
Walau saya tahu di tempat yang saya tuju akan disediakan minuman, tapi biasanya saya kekeuh bawa air minum sendiri.

9. Saya paling ngga bisa tidur dalam kamar gelap. Bisa sesak napas dan panik.

10. Salah satu hal yang saya sesali adalah kenekatan masuk ke Cu Chi Tunnel. Saya nyaris pingsan. Dan akibatnya menjadi 'trauma' selama berbulan-bulan.

11. Setiap hamil saya jadi doyan ngemil beras, karena susah makan nasi walau kelaparan. Dan teman begadang saya bukanlah ngopi, tetapi mengunyah biji kopi.

12. Sudah beberapa tahun saya tidak bisa makan daging ayam atau daging sapi, kecuali dalam bentuk suwiran. Saya selalu ngebayangin ayam lagi jalan-jalan kalau ngelihat paha ayam goreng.

13. Tidak suka pada kucing dan anjing, selucu apapun tampilannya seperti anjing Chihuahua. Kemarin ada kucing yang nempel-nempel ke kaki saya, wuaaa saya heboh teriak-teriak. Tapi tidak tega jika tidak memberi makan kucing yang bertamu.

14. Saya tidak suka makanan western selain burger.
Sebenarnya karena burger ya pilihan yang paling masuk akal daripada kelaparan.

15. Sejak jaman abege, saya ngga gampang jatuh cinta. Beberapa kali pacaran karena saya ngga tega nolak. Takut cowok itu jadi malu. Tapi sekalinya jatuh cinta, saya termehek-mehek.

16. "Ngga enakan" adalah salah satu kelemahan saya.
Misalnya, udah feeling kalau orang yg mau ngutang itu adalah orang yg susah nyaur, tapi tetap aja saya ngutangin. Dan kemudian terbukti.
Untung sekarang ada Sedekah Oksigen, jadi ngga ada lagi deh uang nganggur yang bisa dipinjemin. Yang ada Kami minus terus.

17. Sedekah Oksigen mengubah hidup saya. Saya jadi jarang ngomel dan jadi lebih sabar, karena saya banyak melihat orang yang sedang diberi cobaan dan mereka tabah. Saya jadi malu kalau banyak komplain.

18. Di Karawaci banyak banget orang Negro. Dan entah mengapa, saya selalu berasumsi bahwa jika bukan pemain bola, mereka adalah drug dealer. (Maafkaaan..., maafkaaan)

19. Saya suka humor. Sering melihat hal yang tidak menyenangkan dari sisi lain. Saya juga ngga keberatan menertawakan diri sendiri. Sepanjang masih bullyan yang sopan, saya ngga baper walau diledek.

20. Saya hobi banget nonton bioskop, nyaris semua film action saya tonton. Tapi jangan tanya jalan ceritanya. Karena selewat dari pintu bioskop, biasanya saya sudah lupa.


0 komentar

Mantan Pacar = Voldemort (Bag. I)

Pernah diteror telepon oleh debt collector? 
Alhamdulillah sudah beberapa tahun kami ngga pernah lagi ditelepon debt collector.
Kalau mengingat-ingat rasanya syerem ya. Deg-degan, gagap, sebel, kesel, mau murka tapi sekaligus berusaha tetap tenang. Stay cool, stay calm.
Nah persis begitu perasaanku selama dan setelah dapat telepon dari Dia Yang Namanya Tak Boleh Disebut. Dari Manusia Jaman Pra Renaisance. Jaman sebelum saya mendapat pencerahan.
Sebagai manusia dewasa, saat menjawab si Penelpon, saya berusaha tetap bersopan santun, dong. Walau kepingin sih teriak, "Ngapain sih lu nelpon-nelpon? Did you think I crumble? Did you think I lay down and die? Oh not I. I wil survive..."
"Ngga, tadi saya lewat tempat kamu sekolah dulu. Terus ingat aja, jadi mau tau kabar kamu. Kita kan dulu blablablabla…"
What!!!
Pak, umur kita sekarang sudah hampir setengah abad. Itu kisah waktu saya ngelap ingus aja masih keleleran.
Akhirnya kami selesaikan juga pembicaraan kaku itu.
Suami: "Telepon dari siapa?"
Saya: "Voldemort jilid 1."
Suami tak berkomentar, tapi wajahnya menggelap.
Buatku, ini lebih menakutkan dari pada Mantra Cruciatus.
Serius!
 
Voldemort, Bahkan Senyummu tak lagi meluluhkan hatiku..
0 komentar

Tips Memilih Warna Jilbab Agar Makin Cantik

Pernah kan pakai jilbab tertentu koq jadi kelihatan cakep banget, lalu pas pakai jilbab lain malah bikin muka tampak kusam tak berseri?
Selain masalah cutting jilbab, ternyata pemilihan WARNA dan Motif jilbab juga berpengaruh pada tampilan kita.
Nah, gimana caranya kita mengetahui bahwa jilbab itu akan memberikan efek pemakainya jadi tambah cakep atau malah jadi bladus? (Opo iku bladus?)
Caranya adalah dengan mengenali tipe rona kulit (wajah) kita.
Ada 3 jenis rona warna kulit manusia, yaitu rona kulit tipe hangat, rona kulit tipe dingin dan tipe netral.
Rona kulit bukanlah warna kulit yg terlihat di permukaan. Kulit putih belum tentu berarti rona kulit dingin, atau kulit cokelat tidak mesti berarti berona hangat.
Rona warna kulit ini disebut juga undertone, dipengaruhi oleh jumlah pigmen di dalam kulit. Rona kulit tidak akan berubah walau kita sering terpapar matahari sehingga kulit menggelap, atau ketika menjadi kemerahan saat terkena rash atau jerawatan, misalnya.
Ada beberapa cara menentukan warna rona kulit. Tapi bagi saya yg termudah adalah dengan cara sbb:
* Jika pembuluh darah tampak kebiruan atau keunguan, rona kulit Anda adalah dingin.
* Jika pembuluh darah tampak kehijauan, rona kulit Anda adalah hangat.
* Jika tidak tahu warna pembuluh darah Anda hijau atau biru, mungkin rona kulit Anda netral. Jika warna kulit Anda zaitun, kemungkinan besar Anda termasuk ke dalam kategori ini.
Kalau sudah tahu rona warna kulit kita, maka ini adalah saran warna-warna jilbab yang cocok :
* Orang dengan rona hangat sebaiknya mencoba warna-warna netral, seperti warna gading, krem, jingga-kemerahan, mustard, putih kelabu, kuning, jingga, cokelat, merah tua, dan kuning-hijau.
* Orang dengan rona dingin sebaiknya mencoba biru-merah, biru, ungu muda, merah jambu, hijau, plum, biru tua, magenta, dan biru-hijau.
*Orang dengan rona netral dapat menggunakan warna dari kedua kategori. Sebagian besar warna akan membuat kulit Anda tampak lebih bagus.
Jadi, sekarang jangan lagi salah memilih warna jilbab ya.

Monday, October 30, 2017 0 komentar

Kebiasaan Burukku: Memakan Beras Mentah dan Biji Kopi

Gara-gara status Facebook seorang teman, aku jadi inget pada kebiasaanku dulu, yang dimulai saat hamil. Karena ngga bisa makan tapi merasa lapar dan kekurangan zat gula, aku jadi tergerak untuk ngemilin beras. Awal-awalnya pakai beras mentah yang baru keluar dari karung.

Jorok banget ya.

Lalu beras mentah dicuci pakai air panas. Hehe, berasnya jadi lembek tapi tetap krenyes-krenyes. Rasa manis dari karbo ternyata jadi nyandu banget itu.
Kebiasaan ini masih terus kulakukan walau anak telah lahir dan makan sudah normal. Hingga suatu saat aku ngegigit batu dari beras, krak! Patahlah salah satu gigi taringku. Dan sakitnya ampuuunnn..

Kapok?
Ngga tuh.

Kebiasaan makan beras berhenti gara-gara suatu hari aku mengunjungi seorang teman lama, lalu aku dibullynya,
"Gede ya lu sekarang."
Memang dia termasuk salah satu teman yang merasa bisa cuek mengkritikku.

Kalimatnya ampuh.
Dalem banget menusuk ke sanubariku.

Hari itu juga aku langsung menghentikan kebiasaan tersebut. Dan sebagai kompesasi atas kelebihan berat badan, aku olahraga jogging 'mati-matian'. Sehari aku bisa lari 5 km demi membakar lemak.

Sadis ya.

Rasanya si Teman patut kusematkan tanda "Motivator of The Year" di jidatnya.

Lalu tibalah aku di saat-saat harus melalui malam-malam panjang untuk belajar demi menggapai cita-cita (tsahhh..). Saya begadangan nyaris setiap malam
Kan berdasarkan sugesti turun temurun, biar kuat melek ya mesti ngopi. Sayangnya lambung saya ngga tahan dengan kopi. Maksudnya bubuk kopi yang diseduh. Maka yang saya lakukan adalah mengunyah biji kopi. Saya pikir, yang bikin melek itu karena kafein yang ada di kopi. Bukan karena air panasnya. Kecuali kalau karena kelolodan air panas, ya pasti melek semalaman walau tanpa kopi.
Iya kan?
Wah, saya emang cerdas koq. Plok.. plok.. plok...

Nah, aktifitas mengunyah dan efek kerja dari kafein di biji kopi, lumayan membantu saya bertahan melewati malam demi malam.

Dan kemudian ternyata walau sedang tidak bergadang, saya pun kecanduan mengunyah biji kopi. Terutama kalau sedang suntuk.

Lalu bagaimana cara saya berhenti?
Yaitu ketika saya menyadari kulit saya menjadi lebih kering setiap saya selesai memakan biji kopi. Ya memang kan sifatnya kopi itu hidroskopis alias menarik air. Maka akibatnya kelembaban kulit saya menjadi berkurang.



Dan meskipun sesungguhnya ada efek lain dari kebiasaan yang buruk tersebut, yaitu masalah pencernaan. Tetapi dasar ya, saya memang perempuan. Terhadap gangguan pencernaan saya masih bisa cuek. Walau merasakan sembelit itu sangat ngga enak. Namun begitu kulit terasa mengering, whoaaa langsung deh hal itu menjadi konsen utama. Segala hal diperjuangkan demi mengembalikan kondisi kulit. Jangankan cuma melawan sakaw ketagihan karbo dan kafein, ngebobol tabunganpun rela dilakukan untuk membeli segala macam krim agar kulit halus, sampai nyamukpun ngga berani nempel karena takut kepleset.


 
;