Tuesday, October 31, 2017

Mantan Pacar = Voldemort (Bag. I)

Pernah diteror telepon oleh debt collector? 
Alhamdulillah sudah beberapa tahun kami ngga pernah lagi ditelepon debt collector.
Kalau mengingat-ingat rasanya syerem ya. Deg-degan, gagap, sebel, kesel, mau murka tapi sekaligus berusaha tetap tenang. Stay cool, stay calm.
Nah persis begitu perasaanku selama dan setelah dapat telepon dari Dia Yang Namanya Tak Boleh Disebut. Dari Manusia Jaman Pra Renaisance. Jaman sebelum saya mendapat pencerahan.
Sebagai manusia dewasa, saat menjawab si Penelpon, saya berusaha tetap bersopan santun, dong. Walau kepingin sih teriak, "Ngapain sih lu nelpon-nelpon? Did you think I crumble? Did you think I lay down and die? Oh not I. I wil survive..."
"Ngga, tadi saya lewat tempat kamu sekolah dulu. Terus ingat aja, jadi mau tau kabar kamu. Kita kan dulu blablablabla…"
What!!!
Pak, umur kita sekarang sudah hampir setengah abad. Itu kisah waktu saya ngelap ingus aja masih keleleran.
Akhirnya kami selesaikan juga pembicaraan kaku itu.
Suami: "Telepon dari siapa?"
Saya: "Voldemort jilid 1."
Suami tak berkomentar, tapi wajahnya menggelap.
Buatku, ini lebih menakutkan dari pada Mantra Cruciatus.
Serius!
 
Voldemort, Bahkan Senyummu tak lagi meluluhkan hatiku..

0 komentar:

Post a Comment

 
;